Saya adalah korban penipuan yang dilakukan oleh Guru Andi Aco diatas, saya mantan pasiennya yang pernah menjadi korbannya, awalnya saya percaya dengan cara pengobatannya, namun setelah mengalaminya sendiri banyak kejanggalan dengan caranya mengoprasi, dan tentunya saya tidak sembuh sama sekali, dia mengatakan bahwa tulang saya yg menonjol keluar sudah masuk kembali, buktinya masih sama seperti sebelum operasi, dan dan kisahnya pun berbeda 180 derajat dengan berita diatas setelah saya ngobrol langsung dengannya.salah satu contoh ketika saya dioperasi, tubuh saya ditutupi kain merah ( tentunya agar tidak ada yg melihat cara dia bekerja) dan yg saya rasakan hanyalah goresan pisau dapur dan cubitan tang dikulit saya, namun tangannya penuh belepotan darah seperti orang menyembelih kambing saja, namun jika saya perhatikan videonya, kebetulan kawan saya, saya suruh merekamnya tangan andi aco yg belepotan darah tsb darahnya sudah kering apa iya hanya dalam masa beberapa detik darahnya langsung mengering dan warnanyapun bukan warna darah manusia. Kononnya cara dia mengoperasi langsung sembuh dan tanpa luka apalagi jahitan, namun mengapa ada beberapa luka sayatan dan cubitan pisau dan tang di kulit saya? Jelas ini hanyalah trik tipuan, sulap, atau sejenisnya untuk mengelabui orang lain. Tentang air obat yang menurutnya hasil olahan ghoib, ternyata aromanya aroma sabun cair yang selama ini saya gunakan untuk mandi. Dan saya coba menanyakan kisah hidupnya yang menurut berita diatas sempat dimakan ikan yg akhirnya didatangi 3 orang ghoib yg memberinya kain dan kayu, namun cerita dari mulut dia lain dengan beritanya, dia bercerita bahwa dia belajar pengobatan dengan seseorang dengan barter seekor kerbau, jadi mana yg benar?? Sebagai seorang aktivis kampus, saya terbiasa menyelidiki dan banyak bertanya segala hal yg mungkin bagi oranglain segan menanyakannya kepada dia, dalam perbincangan tersebut ada sedikit perdebatan saya dengannya karna kekecewaan saya, setelah agak tersudut akhirnya dia mengatakan bahwa dalam pengobatannya harus yakin sembuh, lah mau yakin sembuh gimana wong kenyataannya secara kasat mata tulang saya yg menonjol memang tidak berubah sedikitpun, bahkan meninggalkan luka goresan dan cubitan tang !! Dan diapun mengatakan "ini bukan masalah sembuh atau tidak, uang bisa dicari " dia mengatakan itu setelah ibu saya terlanjur memberikannya uang Rp 3 juta lebih tanpa perobahan apapun !! CUKUP !!! jangan ada lagi yg menjadi korban penipuannya, semoga saya korban terakhir setelah 20 tahun dia buka praktek. Kita harus berfikir realistis untuk tidak lagi mudah percaya dengan segala macam trik pengobatan dengan jalan menipu !!! Saya berharap media jangan lagi memberitakan berita yang tidak benar antara berita dan fakta yg sangat jauh berbeda. Saya hanya Hamba Allah yang pernah menjadi korban penipuannya, agar jangan lagi ada masyarakat yg menjadi korban penipuannya, kasihan masyarakat, setelah menderita sakit ditambah tertipu hingga jutaan rupiah, belum lagi biaya transportasi dan jerih payahnya kita mendatangi tempat prakteknya
Saya adalah korban penipuan yang dilakukan oleh Guru Andi Aco diatas, saya mantan pasiennya yang pernah menjadi korbannya, awalnya saya percaya dengan cara pengobatannya, namun setelah mengalaminya sendiri banyak kejanggalan dengan caranya mengoprasi, dan tentunya saya tidak sembuh sama sekali, dia mengatakan bahwa tulang saya yg menonjol keluar sudah masuk kembali, buktinya masih sama seperti sebelum operasi, dan dan kisahnya pun berbeda 180 derajat dengan berita diatas setelah saya ngobrol langsung dengannya.salah satu contoh ketika saya dioperasi, tubuh saya ditutupi kain merah ( tentunya agar tidak ada yg melihat cara dia bekerja) dan yg saya rasakan hanyalah goresan pisau dapur dan cubitan tang dikulit saya, namun tangannya penuh belepotan darah seperti orang menyembelih kambing saja, namun jika saya perhatikan videonya, kebetulan kawan saya, saya suruh merekamnya tangan andi aco yg belepotan darah tsb darahnya sudah kering apa iya hanya dalam masa beberapa detik darahnya langsung mengering dan warnanyapun bukan warna darah manusia. Kononnya cara dia mengoperasi langsung sembuh dan tanpa luka apalagi jahitan, namun mengapa ada beberapa luka sayatan dan cubitan pisau dan tang di kulit saya? Jelas ini hanyalah trik tipuan, sulap, atau sejenisnya untuk mengelabui orang lain. Tentang air obat yang menurutnya hasil olahan ghoib, ternyata aromanya aroma sabun cair yang selama ini saya gunakan untuk mandi. Dan saya coba menanyakan kisah hidupnya yang menurut berita diatas sempat dimakan ikan yg akhirnya didatangi 3 orang ghoib yg memberinya kain dan kayu, namun cerita dari mulut dia lain dengan beritanya, dia bercerita bahwa dia belajar pengobatan dengan seseorang dengan barter seekor kerbau, jadi mana yg benar?? Sebagai seorang aktivis kampus, saya terbiasa menyelidiki dan banyak bertanya segala hal yg mungkin bagi oranglain segan menanyakannya kepada dia, dalam perbincangan tersebut ada sedikit perdebatan saya dengannya karna kekecewaan saya, setelah agak tersudut akhirnya dia mengatakan bahwa dalam pengobatannya harus yakin sembuh, lah mau yakin sembuh gimana wong kenyataannya secara kasat mata tulang saya yg menonjol memang tidak berubah sedikitpun, bahkan meninggalkan luka goresan dan cubitan tang !! Dan diapun mengatakan "ini bukan masalah sembuh atau tidak, uang bisa dicari " dia mengatakan itu setelah ibu saya terlanjur memberikannya uang Rp 3 juta lebih tanpa perobahan apapun !!
BalasHapusCUKUP !!! jangan ada lagi yg menjadi korban penipuannya, semoga saya korban terakhir setelah 20 tahun dia buka praktek. Kita harus berfikir realistis untuk tidak lagi mudah percaya dengan segala macam trik pengobatan dengan jalan menipu !!! Saya berharap media jangan lagi memberitakan berita yang tidak benar antara berita dan fakta yg sangat jauh berbeda. Saya hanya Hamba Allah yang pernah menjadi korban penipuannya, agar jangan lagi ada masyarakat yg menjadi korban penipuannya, kasihan masyarakat, setelah menderita sakit ditambah tertipu hingga jutaan rupiah, belum lagi biaya transportasi dan jerih payahnya kita mendatangi tempat prakteknya